简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat borneo utara britania

"borneo utara britania" terjemahan bahasa Inggris  
ContohHandphone
  • He was a founder of the British North Borneo Company.
    Ia adalah pendiri Perusahaan Borneo Utara Britania.
  • At the end of the war, the British North Borneo Company returned to administer the town but were unable to finance the costs of reconstruction.
    Pada akhir perang, Perusahaan Borneo Utara Britania kembali mengurus kota tersebut namun tak dapat mendanai biaya pembangunan kembali.
  • This left Alfred Dent to manage and establish the North Borneo Provisional Association Ltd, as Sandakan became the capital of North Borneo in 1884.
    Lahan tersebut ditinggalkan kepada Alfred Dent untuk mengurus dan mendirikan Perusahaan Borneo Utara Britania, sebagai Sandakan menjadi ibukota Borneo Utara pada 1884.
  • It is located on the east coast of the state in the administrative centre of Sandakan Division and was the former capital of British North Borneo.
    Kota tersebut terletak di pesisir timur pulau tersebut di pusat administratif Divisi Sandakan dan merupakan bekas ibukota dari Borneo Utara Britania.
  • Azahari personally favoured Brunei's independence and merging with British North Borneo and Sarawak to form the federation with the Sultan of Brunei as the constitutional monarch.
    Azahari secara pribadi mendorong kemerdekaan Brunei dan bergabung dengan Borneo Utara Britania dan Sarawak untuk membentuk federasi dengan Sultan Brunei sebagai monarki konstitusional.
  • The name was given by the British North Borneo Company but the locals persisted to use the old name and later it was changed back to Sandakan.
    Nama tersebut diberikan oleh Perusahaan Borneo Utara Britania namun penduduk lolkal tetap menggunakan nama yang lama dan kemudian pemukiman tersebut kembali namanya diubah menjadi Sandakan.
  • A young Osaki (Yoko Takashi) is sold by her poverty-stricken family into indentured servitude as a maid in Sandakan, British North Borneo (today’s Sabah, Malaysia) at what she believes to be a hotel.
    Osaki muda (Yoko Takashi) dijual oleh keluarganya sebagai seorang pelayan di Sandakan, Borneo Utara Britania (sekarang Sabah, Malaysia) di sebuah tempat yang ia yakini sebagai sebuah hotel.
  • But since the local natives, although cowed by the guns of the British Navy, considered the British as transgressors in their land, they were hostile towards the authority of the British North Borneo Company.
    Namun bagi penduduk lokal,meskipun dilindungi oleh meriam-meriam Angkatan Laut Britania Raya, menganggap Inggris sebagai perampas tanah mereka, sehingga mereka memberontak kepada otoritas Perusahaan Borneo Utara Britania.
  • Subsequently the British North Borneo Provisional Association was formed in 1881; it obtained a royal charter and became, in May 1882, the British North Borneo Company, also known as the North Borneo Chartered Company.
    Kemudian, Asosiasi Provinsional Borneo Utara Britania dibentuk pada 1881; Asosiasi tersebut membuat sebuah piagam kerajaan, dan menjadi Perusahaan Borneo Utara Britania, yang juga dikenal sebagai Perusahaan Berpiagam Borneo Utara, pada Mei 1882.
  • Subsequently the British North Borneo Provisional Association was formed in 1881; it obtained a royal charter and became, in May 1882, the British North Borneo Company, also known as the North Borneo Chartered Company.
    Kemudian, Asosiasi Provinsional Borneo Utara Britania dibentuk pada 1881; Asosiasi tersebut membuat sebuah piagam kerajaan, dan menjadi Perusahaan Borneo Utara Britania, yang juga dikenal sebagai Perusahaan Berpiagam Borneo Utara, pada Mei 1882.
  • Sandakan began to prosper when the British North Borneo Company (BNBC) started to build a new settlement in 1879, developing it into an active commercial and trading centre as well as making it the main administrative centre for North Borneo.
    Sandakan mulai berjaya ketika Perusahaan Borneo Utara Britania mulai membangun sebuah pemukiman baru pada 1879, mengembangkannya menjadi sebuah pusat perdagangan dan komersial aktif serta menjadikannya pusat administratif utama untuk Borneo Utara.
  • Lady Mountbatten died in her sleep at age 59 of unknown causes on 21 February 1960 in Jesselton (now Kota Kinabalu), British North Borneo (now Sabah), while on an inspection tour for the St John Ambulance Brigade.
    Lady Mountbatten meninggal saat tidur pada usia 58 tahun karena sebab yang tidak diketahui pada 1960 di Jesselton (sekarang Kota Kinabalu), Borneo Utara Britania (sekarang Sabah) saat melakukan tur inspeksi St John Ambulance Brigade.
  • Azahari's party won all 16 elected seats in the 33-member legislative council and as a left-leaning politician, Azahari strongly objected to the Sultan's idea for Brunei's membership in the Federation of Malaysia, along with British North Borneo (which was later renamed to Sabah), Sarawak and Singapore.
    Partai Azahari memenangkan seluruh 16 kursi terpilih dalam dewan legislatif beranggotakan 33 orang dan sebagai politikus sayap kiri, Azahari sangat menentang gagasan Sultan agar Brunei menjadi anggota dalam Federasi Malaysia, bersama dengan Borneo Utara Britania (yang kemudian berganti nama menjadi Sabah), Sarawak dan Singapura.